”JAS MERAH, jangan sekali-sekali melupakan sejarah”
Pahlawan adalah oarang-orang yang berjasa bagi bangsa ini. Mengenangnya, dan melanjutkan perjuangannya adalah upaya yang harus kita lakukan untuk mengormati pahlawan kita itu. Salah satu upaya pemerintah untuk membangun bangsa ini juga melalui pelajaran sejarah di sekolah. Karena ternyata dengan sejarah masa lalu suatu bangsa memiliki semangat untuk maju (contohnya Jepang).
Satu hal yang membuat saya harus mengelus dada dan bersedih ternyata pahlawan di negeri ini malah disebut sebagai pemberontak. Dan yang namanya pemberontak tentu konotasinya jelek kan. Kalau Anda pernah membaca buku pelajaran di SD, SMP, dan SMA ada beberapa penulisan yang tidak tepat (bukan lagi kurang tepat). Ada pemberontakan PETA di Blitar, Pemberontakan Diponegoro, dan masih banyak lagi pahlawan yang disebut sebagai pemberontak.
Kok tega-teganya ya……. Inilah kesalahan bangsa yang besar ini. Mungkin benar jika pahlawan itu memberontak, tapi memandang dengan kaca mata ini hanya boleh dipakai oleh orang-orang Belanda. Sedangkan kita, bangsa Indonesia harus memaknai itu sebagai bentuk perlawanan merebut ataupun mempertahankan kemerdekaan. Marilah kita luruskan kesalahan ini dengan menyadari dan segera memperbaiki naskah pelajaran ini secara nasional. Perlukah kita melakukan aksi……….Ingat Pemberontakan tidak sama dengan Perlawanan!!!!!
Pahlawan, Pemberontak di Negeri Sendiri
21 September, 2008 · Disimpan dalam social