PDAM GANTI NAMA

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah seharusnya menjadi perusahaan milik pemerintah, karena air termasuk sesuatu yang menguasai hajat hidup orang banyak. PDAM sudah sejak dahulu sudah ada, bahkan sejak jaman penjajahan Belanda. Namun, semakin bertambahnya umur perusahaan yang satu ini dengan berkembangnya teknologi PDAM bukannya semakin baik malah mengalami kemerosotan. Bahkan karena parahnya kemerosotan itu sudah selayaknya berganti nama.
Pada jaman penjajahan Belanda (menurut dosen saya lho…) yang namanya PDAM adalah perusahaan yang benar-benar menyediakan air minum dalam arti bahwa air yang berasal dari PDAM bisa langsung di minum tanpa harus khawatir sakit. Tak mengherankan kalau jaman dahulu perusahaan yang membuat air mineral (aqua) untuk dijual.
Sekarang bagaimana? Jujur saja kalau disuruh minum langsung dari kran PDAM tanpa dimasak dulu sungguh tidak berani, mungkin seperti itu pula dengan teman-teman yang lain. Resiko sakit perut tentu akan lebih besar. Penurunan standar air yang bisa disediakan PDAM sudah tampak. Ketika air minum diturunkan kualitasnya menjadi air bersih. Jadi air yang bisa disediakan PDAM sekarang hanya air bersih yang perlu dimasak dulu jika ingin menggunakan air ini terutama untuk konsumsi. Dengan kondisi seperti ini PDAM harusnya berganti nama menjadi PDAB (Perusahaan Daerah Air Bersih).
Ternyata penurunan standar air minum menjadi air bersih tidak membuat PDAM bangkit. Dalam kenyataannya penurunan kualitas air sangat mengkhawatirkan. Bukan lagi air bersih yang disediakan tetapi kadang sudah mencapai kualitas air yang tidak layak konsumsi. Di tempat saya (desa maksude….) kalau hujan air menjadi keruh, tak jarang membawa kotoran sapi. Hal ini dikarenakan sumber air yang diambil berasal dari sungai, bahkan hanya mengandalkan penyaringan saja. Ada upaya sebenarnya untuk membersihkan yaitu dengan kaporit, tetapi karena mungkin petugasnya belum sekolah jadi kadang terlalu banyak memberikan kaporit sampai warnanya menjadi keruh keputihan. Untuk mengkonsumsi air yang kebanyakkan kaporit ini tentu banyak yang khawatir akan ada efek samping. Selain itu kaporit juga merubah rasa kalo kebanyakkan.
Memang tak mudah mengembalikan kualitas air. Tapi karena teknologi sudah maju tentu hal yang tidak sulit. Sekarang untuk menjadikan air minum langsung dengan UV, atau ozonisasi yang seperti usaha-usaha isi ulang air minum galon. Sehingga kedepannya PDAM tidak perlu berganti nama menjadi PDAB atau bahkan PDAK (Perusahaan Daerah Air Kotor). Jadi kita nggak perlu jauh-jauh ngisi ulang. Ya kan…………..

1 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    ahmad berkata,

    saya setuju dengan pendapat anda, mudah2-an PDAM kedepannya akan semakin baik sehingga kebutuhan masyarakat akan air minum semakin membaik, terutama untuk daerah-daerah yang minim air…………..
    tetapi bagaimana cara untuk memajukan PDAM, saya sendiri juga bingung?????
    mulailah dari diri kita masing2 untuk peduli kepada alam di sekitar kita agar kelestarian sumber air di sekitar kita semakin terjaga….
    Insya Allah, tulisan ini bisa dilihat oleh pihak2 yang bertanggung jawab atas merosotnya PDAM. Thank’s….


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.