Tidak dipungkiri lagi bagi bahwa Analisis Struktur adalah mata kuliah yang paling “berbobot” dalam dunia teknik sipil. Tak jarang bagi mahasiswa teknik sipil untuk mata kuliah ini harus mengulang beberapa kali. Dalam dunia perkuliahan Analisis Struktur Bahkan harus dibagi beberapa kali. Kalau di UGM tiga kali. Ada Analisis struktur Statis Tertentu (ASST) kalau dulu namanya AS 1 dan AS II. Analisis Tegangan Regangan dan Deformasi (ATRD) atau AS III. Analisis Struktur Statis Tak Tentu ( ASSTT) atau AS IV. Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk civil enginer
PDAM GANTI NAMA
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) adalah seharusnya menjadi perusahaan milik pemerintah, karena air termasuk sesuatu yang menguasai hajat hidup orang banyak. PDAM sudah sejak dahulu sudah ada, bahkan sejak jaman penjajahan Belanda. Namun, semakin bertambahnya umur perusahaan yang satu ini dengan berkembangnya teknologi PDAM bukannya semakin baik malah mengalami kemerosotan. Bahkan karena parahnya kemerosotan itu sudah selayaknya berganti nama. Baca entri selengkapnya »
MUSIM BUNGA YANG BISU
Kalo kamu membaca sepintas judul di atas maka banyak dari kamu yang menebak bahwa judul di atas merupakan judul cerpen, atau karya sastra lainnya. Kecuali kamu memang pernah membacanya atau pernah mendapat pengetahuan tentang buku itu sebelumnya. Sudahkah kamu bisa menebaknya?
Kalo belum coba kalau aku ajukan pertanyaan lain. Kamu kenal dengan buku “silent spring” karya Rachel Carson? Ya benar, buku silent spring dalam terjemahan di Indonesia adalah Musim Bunga Yang Bisu. Masih belum bisa menebak tentang buku ini, baiklah aku akan mencoba membahas buku ini lebih detail.
Seluruh manusia di bumi perlu berterima kasih kepada Rachel Carson, penulis buku ini. Karena, dialah yang pertama kali memukul canang kegawatan lingkungan hidup akibat penggunaan bahan kimia yang melampaui batas-batas yang ditoleransi. Buku ini pula yang mendorong diadakanya konferensi internasional tentang lingkungan. Hebat kan……
Masih ingat penyakit Minamata I dan Minamata II yang terjadi di Jepang. Betapa menggegerkannya kasus itu. Atau kita tidak usah jauh-jauh ke luar negeri, lihat saja kasus teluk Buyat di Sulawesi yang cukup membuat kengerian mengenai pencemaran lingkungan di Indonesia. Masih banyak lagi kasus di Indonesia maupun di dunia yang bersumber pada kerusakan lingkungan. Belum lagi kasus yang baru-baru ini digembar-gemborkan yaitu global warming.
Rachel Carson mencoba membuka mata hati dan pikiran banyak orang di seluruh dunia dengan buku ini. Sukses besar buku ini terutama sekali didukung oleh kepekaan luar biasa dari pengarangnya dalam bertutur tentang lingkungan tempatnya hidup. Musim bunga yang seharusnya menyiratkan awal kelahiran kembali, bunga yang memutik dan berkembang, serta tumbuhnya bunga-bunga yang menawan, kini tingga kenangan. Itukah yang kan kita tinggalkan untuk anak-cucu kita?
So, kalo kamu benar-benar seorang pecinta lingkungan sejati aku sarankan membaca buku ini sendiri. Kalo kamu nggak bisa bahasa Inggris, sudah ada terjemahannya oleh Yayasan Obor Indonesia sejak 18 tahun yang lalu. Kalo nggak mau beli pinjam aja di perpustakaan. Gampang kan…….
Jalan Tol, Solusi atau Penyebab Kemacetan
Masalah transportasi di Indonesia khususnya di Ibu Kota Jakarta adalah kemacetan lalu lintas jalan raya. Bahkan hampir setiap hari tontonan kemacetan dapat kita saksikan. Padahal Jakarta adalah sebuah kota yang memiliki fasilitas transportasi yang paling lengkap dan canggih dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Mengapa masih terjadi kemacetan.
Di sisi lain pembangunan jalan tol di Indonesia semakin banyak. Pembangunan jalan tol Semarang-Solo yang kini sedang berproses menunjukan bahwa akan semakin banyak jalan-jalan tol yang akan dibangun. Jalan tol adalah satu diantara banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan perjalanan.
Banyak yang berfikiran bahwa dengan pembangunan jalan tol ini akan mengurangi jumlah kemacetan yang terjadi saat ini. Secara logika bahwa dengan dibangunnya jalan tol berarti bertambahnya jaringan jalan maka kapasitas jalan akan bertambah, sedangkan jalan yang biasanya dilewati akan berkurang jumlah kendaraan yang lewat. Sehingga kemacetan akan berkurang.
Akan tetapi apakah kita tidak melihat berapa jumlah jalan tol yang ada di Jakarta. Mungkin Jakarta kota yang paling banyak jalan tolnya. Tapi mengapa masih terjadi kemacetan. Bahkan kemacetan itu terjadi di jalan tol tersebut. Lebih-lebih di pintu masuk jalan tol.
Ada hal yang mungkin kita lupakan tentang sebuah hukum alam, bahwa semakin banyak jalan maka keinginan masyarakat untuk melakukan perjalanan semakin besar. Sebagai ilustrasi ketika ada jalan yang menghubungkan Jawa dan Madura maka keinginan untuk melakukan perjalanan antara Jawa dan Madura akan bertambah dibandingkan ketika belum ada jalan tersebut. Bahkan yang dulu paling setahun sekali pulang ke Madura, sekarang karena ada akses yang lebih nyaman maka bisa tiap bulan pulang.
Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi sebelum memperbanyak jalan tol. Kita perlu memperkirakan pertumbuhan perjalanan yang akan bertambah ketika pembangunan jalan tol tetap dilaksanakan. Bila pertumbuhannya melebihi kapasitas jalan tol yang sedang dibangun maka jalan tol bukan lagi sebagai solusi kemacetan tetapi malah sebagai sumber kemacetan.
Referensi :
kuliah dasar-dasar perencanaan transportasi dengan Ir. Sigit Priyanto, M.Sc., Ph.D.